Aku yang Bertanya

Berakhirnya perjalanan 365 hari umumnya kita sebut sebagai satu tahun. Tahun adalah satuan waktu yang berarti bagi setiap manusia. Pada tahun yang baru perhitungan hari kembali dimulai dari angka satu pada bulan yang pertama. Bukan sekedar perhitungan perputaran bumi, angka 365 memiliki kenangan yang tidak bisa begitu saja dilupakan. Langkah-langkah lelah dan lompatan-lompatan riang tergambar kembali di hadapan mata. Ketika serpihan-serpihan keberhasilan bersatu dalam angan, manusia enggan melangkah maju untuk meninggalkan tahun yang lama. Sebaliknya, jika pengalaman-pengalaman kelabu ganti masuk dalam kesadaran, ingin rasanya manusia cepat-cepat meninggalkannya; tidak betah kalau harus tetap tinggal di dalamnya.

Detik pertama seakan menghadirkan sebuah energi baru yang membuat segalanya menjadi berbeda. Tetapi, benarkah seperti itu? Bukankah pergantian detik dari hari satu ke hari yang lain adalah hal yang sangat biasa yang kita alami?

Mau tidak mau, suka tidak suka, waktu tidak dapat sejenak berhenti menanti manusia yang sedang bermenung. Detik yang baru harus segera disongsong. Dalam segala permenungan pengalaman yang telah berlalu manusia mulai ragu dan bertanya, “Seperti apakah hidup di depan nanti? Hanyakah semuanya menjadi ulangan keterpurukan semata atau adakah terbentang janji manis untuk ditelusuri?”

Pertanyaan itu jelas butuh jawaban. Jawaban yang jelas dan lugas adalah yang dibutuhkan manusia jaman ini. Semakin tidak jelas, semakin manusia tidak akan percaya.

Tetapi, siapakah yang dapat secara jelas dan lugas menjawab pertanyaan itu? Hari esok bukanlah kalkulasi rumus matematis yang bisa dikaji dan diuji.

Hari esok menyimpan sifat misteri yang tidak terpisahkan pada dirinya. Adakah orang yang mampu melihat berapa banyak titik dan koma yang akan kutulis pada hari esok? Adakah seseorang dengan kartu-kartu ajaibnya mampu menelanjangi duniaku yang akan datang? Mengapa juga orang lain tampak lebih berwenang untuk menjawabnya?


  © Creative design by tariganism.com and Ourblogtemplates.com 2009

Back to tariganism's TOP